August 21, 2016

[Review Sidonia no Kishi] : Kisah Pertempuran Terakhir Manusia Vs Alien

Gawat!!! di tahun 2014, Polygon Pictures berhasil mengungkap sebuah rahasia yang sangat mengejutkan.

Bumi telah dihancurkan oleh alien yang diberi nama Gauna. Para manusia yang tersisa berhasil melarikan diri dengan pesawat luar angkasa.

Yg bikin gawat adalah bahwa Gauna yang sudah tidak menyerang manusia selama beberapa saat tiba-tiba kembali menyerang manusia.

Jadi apa yang akan kamu lakukan?? Bingung?? Histeris?? Panik?? Menangis??



Atau kamu mau mengikuti saran saya? Saran saya adalah tontonlah Sidonia no Kishi. Sebelum kamu bisa mengalahkan Gauna, ada baiknya kamu menonton dan belajar cara mengalahkan alien.

Ikuti perjalanan perjuangan Tanikaze Nagate dan jadilah pahlawan.

#Pahlawan dan Alien


Dua tema di atas (pahlawan dan alien) adalah tema yang paling sering diangkat di layar televisi, baik dalam bentuk series, anime, dan film. Mengapa??

Karena mungkin pada dasarnya, di dalam hati kecilmu pasti ada keinginan untuk bisa menjadi pahlawan. Pahlawan yang menyelamatkan dunia.

Menyelamatkan dunia dari apa?? Dari sebuah bentuk kehidupan yang lebih superior dari manusia yang disebut alien.

Alien yang merasa bahwa bumi lebih cocok mereka miliki daripada dimiliki manusia.

Dengan mengembangkan imajinasi yang tidak terbatas, para director dan sutradara berusaha untuk membawa kamu ke dalam dunia yang penuh dengan action, menyelamatkan dunia dan mengusir alien.

Dunia baru yang benar-benar berbeda dengan dunia yang kamu jalani tiap hari.

Dunia di mana secara tiba-tiba diserang oleh alien yang terlilhat sangat kuat dan bisa menghancurkan bumi ini dalam waktu singkat.

Salah satu dari sekian banyak series, anime dan film yang mengangkat kedua tema itu adalah anime Sidonia no Kishi.

Kamu sudah pernah nonton?? Atau belum pernah nonton?? Kalo saya ya sudah jelas sudah dong. He he he. Kalo belum kan tidak berani membuat review ini.

Bagi kamu yang sudah nonton, bagaimana?? Suka dengan anime ini?? Bingung karena ada yang bilang season 2 dari anime ini mengecewakan??

Khusus bagi kamu yang masih merasa kurang sreg dengan anime ini, atau yang belum pernah nonton anime ini, ikutlah bersama saya untuk sedikit mereview anime yang sangat bagus di kualitas animasinya ini.

Dan kalo boleh saran jangan percaya apa kata orang, sebelum kamu menonton sendiri. Karena menurut saya anime ini tidak mengecewakan, baik season 1 maupun season 2.

#Sidonia dan Angela


Salah satu hal yang menjadi daya tarik anime ini adalah Angela. Kamu tahu Angela?? Angela adalah duo pop band yang sudah mengadakan show di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Angela yang dibentuk tahun 1993 tersebut digawangi oleh Atsuko dan Katsu.

Kalo saya baru tahu Angela ya waktu melihat anime ini. He he he.

Scene awal anime ini dimulai dengan 80 detik yang full-action dan menegangkan. Sebuah robot yang berhasil mengalahkan seekor gauna dengan sangat mengagumkan. Lalu, pembukaan yang diiringi oleh Angela. Terus terang, salah satu hal yang bikin menarik dan bikin penasaran dari anime ini adalah openingnya.

Bagi saya, openingnya benar-benar sesuatu banget. MANTAP!!! Semua inti cerita terlihat di opening ini. Dipadu dengan Sidonia yang dinyanyikan Angela, benar sangat padu dan bikin penasaran.

Dari openingnya saja saya bisa membayangkan suatu petualangan sci-fi yang luar biasa. Lalu, liriknya itu lho sangat heroik.

“Saya akan mati untuk orang lain. Saya akan mati di medan peperangan. Mengapa??”

Lirik yang sangat menunjukkan sifat kepahlawanan. Benar-benar lagu Sidonia cocoknya ya untuk anime Sidonia. Saya tahu sendiri. He he he.

#Jalan untuk Menjadi Pahlawan


Apa sih syarat untuk menjadi pahlawan?? Kebaikan hati? Skill dan bakat? Perempuan pujaan hati? Seorang panutan? Rival? Peralatan canggih? Pengorbanan diri ?

Nagate adalah pahlawan di anime ini. Nagate adalah ume no hito (orang yang telah ditakdirkan) untuk menjadi pahlawan. Dia memiliki skill, memiliki hati yang baik, disukai dan menyukai seseorang.

Dengan skill yang dia miliki dia mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi Sidonia.

Oh ya, hampir lupa Sidonia di sini adalah sebuah pesawat luar angkasa yang dihuni oleh 500,000 orang yang berhasil melarikan diri dari bumi sebelum bumi dihancurkan oleh Gauna.

Sidonia dipimpin oleh sekelompok orang yang bersifat immortal.

Kembali ke Nagate. Walaupun Nagate memang memiliki skill yang dibutuhkan, tetapi simulasi dan kenyataan sangat berbeda jauh.

Ada banyak hal yang bisa membuat orang yang seharusnya bisa secara teoritis, tetapi menjadi gagal saat praktek. Nagate merasakan hal itu di awal-awal episode ini.

Tetapi apakah Nagate akan mundur karena hal itu?? Dan apakah ceritanya hanya “akan seperti itu”?

#Realita


Unsur Realita sangat digambarkan dengan jelas di sini. Ini memang animasi, tetapi anime ini tdaik ingin disamakan dengan game yang ada tombol reset. Tombol untuk kembali ke posisi awal.

Sekali salah bertindak, harus ada harga yang harus dibayar. Di anime ini, para herionenya harus membayar tiap kesalahan yang mereka buat dengan darah, nyawa, keringat, kesempatan, dan waktu.

Tetapi karena kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh para herione, kamu dan saya bisa belajar untuk lebih berhati hati dalam mengambil keputusan dan belajar bagaimana kita memperbaiki kesalahan yang telah kita buat.

Detail-detail di anime ini juga sangat mengagumkan. Detail tentang kehidupan sosial di dalam pesawat, detail tentang robot (yang bernama Morito) yang digunakan untuk melawan Gauna, detail tentang struktur pesawat Sidonia, detail perihal perang, senjata, dan taktik peperangan yang digunakan. Saya lihat satu episode sangat puas dan cukup untuk satu minggu.

Detail dan jalan cerita saling melengkapi.

#As Time Goes By


Nagate boleh saja melengkapi diri untuk bisa memenuhi syarat menjadi seorang pahlawan dan herione utama di anime ini. Tetapi tidak hanya Nagate saja yang mengalami perkembangan.

Banyak hal yang berkembang bersamaan dengan perkembangan Nagate.

Gauna yang awalnya dianggap tidak memiliki kecerdasan ternyata berhasil menyusup ke dalam Sidonia. Pesawat Sidonia yang awalnya terlihat tidak berdaya, ternyata memiliki senjata yang sangat mematikan. Sidonia memiliki ilmuwan yang ingin menggabungkan manusia dan gauna dengan maksud untuk memusnahkan gauna selamanya.

Perkembangantersebut terjadi dalam waktu yang hampir berurutan, sehingga membuat anime ini begitu asik untuk dinikmati.

Terutama waktu Nagate dkk mengadakan ekspedisi di luar angkasa, dan tiba-tiba gauna muncul. Sangat asik, menegangkan dan penuh kejutan. Ingat, nyawa mereka cuma satu. Sekali salah langkah, apalagi Nagate, anime ini bisa tamat lebih cepat.

#Knight March


Sekali lagi opening, sekali lagi Angela, dan sekali lagi KEREENNNN. Jika Sidonia adalah lagu yang menggambarkan perjuangan, maka Knight March menggambarkan Kepastian. Kepastian akan kemenangan.

Ada apa sih di season 2? ada perubahan besar dan mendasar. Yang awal mulanya hanya sendiri dan individu, sekarang menjadi dua dan berkelompok.

Yah, Nagate berhasil diakui sebagai pahlawan Sidonia, dan mejadi veteran yang terkenal. Tetapi, hal itu tidak memecahkan masalah yang ada di depan mata.

Masalah tentang ilmuwan yang berhasil menyilangkan DNA manusia dan gauna. Masalah tentang Gauna yang menyusup ke dalam pesawat, dan gauna yang semakin giat menyerang Sidonia.

Untuk itulah Nagate mulai mengubah pandangannya. Dia tidak lagi bekerja sendiri, dia mulai bekerja sama dengan team.

#Thousand-Year Village


Anime ini juga memiliki sisi romance. Cerita romance menarik yang disisipkan dengan halus di antara peperangan dan kejutan-kejutan perkembangan cerita. Cerita romance yang mendorong Izana untuk mejadi perempuan 100%, karena dia mulai mencintai Nagate.

Saya benar-benar-benar semakin suka dengan anime ini.

Dengan konflik, keadaan, situasi seperti itu, anime ini masih bisa “memiliki masa tenang” yang diisi dengan cerita romance yang mendalam.

Berjalan berdua menikmati keindahan kota. Menikmati pemandangan luar angkasa yang indah hanya berdua.

Saya tidak sadar bahwa waktu itu saya dengan menonton anime bergenre sci-fi action.

Pesan romance di anime ini adalah walaupun keadaan kamu dengan si dia sama seperti Nagate dan Izana. Si dia terlihat dekat tetapi begitu jauh, dan sangat mengkuatirkan. Tetap percayalah dengan cintamu, dan cinta akan membukakkan jalan untukmu.

#Sidonia no Kishi


Baiklah, kamu sekarang sudah membaca reviewnya. Lanjutkan dengan menonton animenya. Rasakan ketegangan, kekaguman, kejutan-kejutan, konspirasi, perjuangan, cinta yang disajikan di anime ini.

Sama seperti teori dan praktek berbeda, demikian juga dengan membaca review dan menonton langsung juga berbeda. Rasakan hal-hal yang tidak dapat kamu rasakan saat kamu membaca review ini.

Pelajarilah cara menjadi pahlawan, cara menerima kekurangan diri, cara untuk bekerja sama dengan orang lain, cara menerima kelebiahan orang lain melalui anime ini.

Kekurangannya?? Hmm, ada satu. Anime ini episodenya kurang banyak. Coba season 1 ada 24 episode dan season 2 ada 24 episode. Bakal puas hidup saya. He he he.

Moment berharga di anime ini?? Ada 2. Pertama saat Nagate dan Shizuka tersesat di luar angkasa, dan ketiga saat Nagate dan Izana mengunjungi Thousand-Year Village.

Bagi saya anime ini sangat seru dari segi action dan sangat menyentuh dari segi perkembangan dan pembentukan karakter para heroinenya.

Setelah saya menonton anime ini, saya jadi semakin percaya diri, dan mampu menghadapi apapun yang ada di depan saya, seperti yang Nagate lakukan.

Saksikan juga special full action di bagian akhir season 2. Sangat tegang dan bikin penasaran. Pokoknya fokus ke gauna dan pahlawan. Ini adalah moment berharga yang ketiga. Pertempuran di planet Lem IX.

Akhir kata, selamat menonton dan selamat berpetualang bersama Nagate di luar angkasa. Latihan, percaya diri, praktek, dan menang. Terima Kasih. Baca juga daftar 29 anime terbaik winter 2016.

Penulis : Kinoshita Hideaki
Read More

August 14, 2016

Baper! Ini Cerita Shigatsu wa Kimi no Uso Dari Sudut Pandang Tsubaki

“I met the girl under full-bloomed cherry blossoms, and my fate has begun to change” Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan tag-line ini bukan?? Jika kamu menebak Shigatsu wa Kimi no Osu, maka tebakan kamu benar sekali.

Shigatsu wa Kimi no Osu atau Kimiuso adalah sebuah masterpiece anime yang sangat mendobrak di musim fall 2014 anime ini selalu masuk dalam daftar anime romance terbaik.

Sebuah anime romance yang dipadukan dengan musik classic.

Anime yang memenangkan Sugoi Japan Awards di tahun 2016 ini benar2 sangat menyita dan menarik perhatian para penggemar anime romance di seluruh dunia.

Walaupun ada yang mengkategorikan anime ini sebagai anime NTR, tetapi tetap saja anime ini  menjanjikan dan membekas di hati para penggemar anime.

Anime ini menggambarkan dengan sangat jelas perjuangan dua insan pecinta musik, Arima Kosei dan Miyazono Kaori dalam mengatasi tantangan hidup yang ada di depan mereka.

Anime dengan 22 episode ini juga menyisipkan kisah romance yang unik, hangat, menarik, dan mengharukan di antara kedua heroine utama. Kamu mungkin menyebutnya anime yang bikin baper.

Saya sudah lihat anime ini 2 kali, dan hampir tiap episode saya baper.

#Tsubaki, sumber baper dan NTR??


Jika boleh berandai-andai, jika Tsubaki tidak ada di anime ini, kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi?? Mungkin tidak ... Kosei dan Kaori akan hidup bahagia di akhir episode 22?

Lagipula, siapa sih Tsubaki itu?? Sawabe Tsubaki kan hanya “teman masa kecil” Kosei. Bisa dikatakan Tsubaki hanya “Teman A” bagi Kosei.

Tapi kenapa?? Kenapa karakter ini kok dari episode ke episode semakin menunjukkan eksistensinya, hingga pada akhirnya, menimbulkan kesan NTR di anime ini??

Kenapa “Teman A” bisa menyatakan perasaannya sampai dua kali kepada Kosei?? Kenapa “sang pengarang” seolah-olah memberi jalan kepada Tsubaki dan bukannya kepada Kaori untuk dapat hidup bahagia selamanya bersama Kosei??

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan mereview anime Kimiuso ini dari sudut pandang yang agak berbeda, yaitu dari sudut pandang si “Teman A” Sawabe Tsubaki. Saya memberi judul review ini

#Shigatsu wa Kimi no Uso : Tsubaki Arc


Kamu pernah memperhatikan 2 buah opening Kimiuso? Hikaru Nara untuk opening pertama yang dinyanyikan secara duet, dan Nanairo Symphony yang dinyanyikan secara single.

Kenapa yang awal duet, lalu yang kedua kok single?? Apakah ini adalah pertanda tentang bagaimana anime ini akan berakhir?? Mari kita review anime ini bersama sama dari sisi pandang Tsubaki.

#Si Tomboy


Si tomboy, Tsubaki muncul di cerita ini sebagai sosok yang “sengaja” memukul bola ke tempat Kosei berada. Memang semua teman masa kecil juga melakukannya. Tsubaki berusaha mendapatkan perhatian dari Kosei dengan melakukannya.

Waktu pulang bersama, Tsubaki menjalankan pola “menanyakan siapa yang disukai” kepada Kosei.
Pola ini sering dilakukan di anime2 romance, dengan tujuan untuk mencari tahu apakah yang ditanya sudah punya pacar atau belum?

Lalu cerita beranjak, dari “pembukaan” ke inti cerita, di mana Kosei bertemu dengan Kaori. Kosei diperkenalkan sebagai “Teman A” oleh Tsubaki.

Walaupun Tsubaki berkata “Kosei, kamu hanya Teman A”, mungkin kata2 itu lebih ditujukan kepada diri Tsubaki sendiri.

Tsubaki juga menegaskan bahwa Kaori cocoknya dengan Watari.

Kaori mengikuti kompetisi violin dengan mengajak Watari, Kosei dan Tsubaki. Tsubaki yang mengetahui bahwa Kosei masih trauma dengan hal2 yang berbau piano berusaha menahan diri untuk tidak memberitahu Kosei.

Permainan violin Kaori sangat memikat dan luar biasa. Semua juri terperanjat, semua penonton menyukainya.

Bagi Kosei apa yang Kosei lihat mulai terlihat berwarna. Di sisi lain, tanpa sadar label “Teman A” mulai bergeser dari Kosei kepada Tsubaki.

Kaori lolos ke babak berikutnya, lalu karena Kaori tidak mempunyai pemain piano pendamping, maka Kaori pun menunjuk Kosei untuk menjadi pemain piano pendamping bagi dirinya.

Ketika Tsubaki mendengar hal tersebut, Tsubaki berjanji akan berbuat apapun juga agar Kosei bersedia menemani Kaori di babak berikutnya.

Kaori melihat ke wajah Tsubaki dan Kaori mungkin sudah menyadari bahwa Tsubaki menyukai Kosei. Karena saat ditanya oleh Kaori apakah Tsubaki menyukai Kosei, Tsubaki tidak menjawab tidak suka, tetapi juga tidak menjawab suka.

Jawaban Tsubaki adalah curahan isi hatinya kepada Kaori. Bagaimana Tsubaki begitu sangat perhatian dan kuatir dengan apa yang sedang dialami oleh Kosei.

#Summer Akan Segera Datang


Kompetisi violin babak kedua berjalan dengan sangat menegangkan. Trauma yang mulai menyelimuti Kosei, dipulihkan oleh permainan dan dorongan semangat yang dimiliki Kaori.

Tsubaki melihat mata Kosei yang mulai berwarna; pertanda bahwa Kosei telah memiliki seseorang yang sangat berharga. Dia tahu itu bukan dirinya. Penampilan Kosei dan Kaori berakhir dengan dramatis, mereka berhasil menyelesaikan permainan mereka dengan baik. Tetapi Kaori tiba2 jatuh pingsan.

Semua menjadi gelap dan mendung bagi Tsubaki. Tsubaki gagal di pertandingan baseball. Tsubaki gagal mempertahankan status “teman masa kecil yang dekat” dengan Kosei. Kashiwagi Nao berusaha untuk menenangkan hati Tsubaki tetapi gagal. Lalu muncul, cinta pertama Tsubaki, Saito.

Saito, seseorang yang Tsubaki inginkan. Kosei, seseorang yang Tsubaki butuhkan. Tetapi, karena Tsubaki merasa dia tidak tahu apa2 tentang Kosei, Tsubaki memutuskan memilih Saito, walaupun matanya tidak lagi berwarna.

Mungkin Kaori lebih cocok bersama dengan Kosei, daripada aku. Kaori lebih mengenal Arima daripada aku. Demikianlah yang ada dipikiran Tsubaki.

Di perjalanan pulang, dengan beban yang begitu besar, Tsubaki mendapatkan sedikit penghiburan dari Surga. Kosei tiba2 datang menjemput dirinya dan menggendong Tsubaki di punggungnya. Perasaan Tsubaki menjadi semakin tidak menentu. Senang, sedih, bingung, marah, menyesal. Akhirnya Tsubaki hanya bisa menangis di punggung Kosei.

Musim akan segera berganti. Begitulah kata2 Kosei.

#Duet

Hikaru Nara dinyanyikan secara duet, menggambarkan bahwa di bagian awal anime ini, menceritakan tentang awal pertemuan Arima dan Kaori. Seolah-olah Arima dan Kaori lah yang menyanyikan lagu ini.

Kaori dengan tanpa menyerah berhasil “membangkitkan” semangat Kosei untuk melawan trauma yang menyelimuti dirinya. Kaori berhasil menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri Kosei, dan membuat Kosei untuk mulai menaruh perhatian kepada Kaori.

Bahkan di opening ini, digambarkan Tsubaki yang sedang menangis. Ya, memang benar di akhir ep 11 dari anime ini, Tsubaki memang menangis.

Selain itu, muncul beberapa karakter baru, seperti Aiza Takeshi, Igawa Emi (keduanya pesaing utama Kosei dalam kompetisi piano), dan teman dekat ibunda Kosei, Seto Hiroko.

Kosei gagal dua kali, tetapi berhasil bangkit dua kali. Itu semua karena dia memiliki teman duet yang sempurna yaitu, Miyazono Kaori.

#Liebeslied - Love Sorrow

Bagian kedua dari anime ini dimulai dengan rencana Kaori untuk memilih Liebeslied (Kreisler) dan tentu saja didampingi oleh Kosei untuk acara Towa Music Competition gala concert. Melalui piece (hasil karya di bidang musik) yang ternyata sering dimainkan oleh ibunda Kosei, dan dorongan dan perjuangan pantang menyerah oleh Kaori, akhirnya Kosei terlahir kembali.

Dia menyadari bahwa yang selama ini dia anggap sebagai kutukan adalah sebuah berkah. Yg awalnya adalah “bentuk kebencian dari ibunda” ternyata adalah “sebuah jalan penuh pengorbanan cinta sang ibunda”. Tidak ada satupun ibu di dunia ini yang tidak mengasihi anaknya.

Di hari gala concert, Kaori tidak datang, Kosei, yang telah terlahir kembali dan semakin menaruh kepercayaan kepada ibunda dan Kaori memainkan Liebeslied dengan sempurna.

“Mengapa kamu tidak mengatakan apapun mengenai permainan pianoku? Padahal aku berharap, kamu akan memujiku”

Kata2 dari Kosei membuat Tsubaki menjadi bingung dengan perasaannya sendiri. “Aku menangis, karena bahagia karena dapat berbicara secara normal dengan Kosei? Atau hanya karena berbicara secara normal, air mata kekecewaan muncul (seharusnya aku bisa lebih dekat lagi dengan Kosei) ?”

Keesokan harinya, Kosei mendapat kabar bahwa Kaori masuk ke rumah sakit karena jatuh pingsan. Waktu Kosei melihat Kaori di atas tempat tidur rumah sakit, Kosei melihat bayang2 ibunya. “Kaori, kamu tidak akan meninggalkan diriku, seperti yang ibuku lakukan bukan?”

Nao masih percaya bahwa Tsubaki menyukai Kosei, tetapi Tsubaki untuk sekian kalinya “kembali” ke titik di mana mereka berdua “hanya teman masa kecil”. “Ada saatnya nanti, kita tidak akan bisa kembali.” begitulah peringatan Nao kepada Tsubaki.

#Suka dan Tidak Benci


Fakta yang mengejutkan dipaparkan di anime ini. Tsubaki ternyata sangat benci dengan musik dan hal2 yang berhubungan dengan musik. Mengapa?? Karena musik telah dan selalu “mengambil” Kosei dari dirinya. Selalu begitu sejak dari masa kecil.

“Suka?” atau “Tidak Benci”? Pertanyaan ini terngiang-ngiang dipikiran Tsubaki. “Kamu benci dengan Saito? Atau kamu suka?” “Siapa yang aku (Tsubaki) suka?”

Di tengah-tengah kebingungan Tsubaki, Nao “membantu” Tsubaki dengan mengatakan bahwa Tsubaki sedang dalam bahaya. Kosei, tanpa pikir panjang, langsung berlari dan mencari Tsubaki.

Cerita berlanjut, Tsubaki dan Kosei berjalan bersama di pinggir pantai. Makan es bersama. Bercanda ringan. Seuatu yang terlihat sangat sederhana, tetapi sangat menenangkan bagi Tsubaki.

Dia melihat ke jejak kaki Kosei yang lebih besar dari jejak kaki dirinya. Tanpa sadar, Tsubaki mengikuti jejak itu. Seseorang pasti mengikuti atau meniru orang yang dia suka. Dari apa yang Tsubaki lakukan, sebenarnya itu sudah menjadi jawaban atas kebingungannya.

#Pembohong


Tetapi, saat Tsubaki merasa sudah dekat dengan Kosei, musik kembali mengambil Kosei dari dirinya. Kosei akan melanjutkan pendidikannya di sekolah musik dan dia harus pindah ke dareah lain.

Dalam kesedihan Tsubaki berlari meninggalkan Kosei.

Keesokan harinya, Saito yang mengetahui isi hati Tsubaki dan tidak ingin melukai hati Tsubaki memutuskan untuk mengatakan putus pada Tsubaki.

Di saat2 ini Tsubaki benar2 merasakan “sisi lain” dari cinta. Sisi lain yang menuntut banyak air mata dan meminta banyak ruang di dalam hati.

Tetapi tidak selamanya langit akan selalu mendung, pada saatnya sinar matahari akan kembali bersinar. “Jika keadaanmu sama saja, dengan atau tanpa diriku disampingmu;  maka aku memilih untuk ada di sampingmu”

Kata2 Kosei tersebut bagaikan sinar matahari yang menyinari Tsubaki. Hangat dan menerangi seluruh isi hatinya. Tsubaki sadar bahwa dialah satu-satunya yang belum mengambil langkah pertama. Dan dia mengambil keputusan untuk melakukannya.

Kosei menjadi guru untuk seorang anak perempuan yang menjanjikan yang bernama Aiza Nagi. Lalu, di saat Kosei, entah mengapa, menjadi sulit untuk mengunjungi Kaori yang ada di rumah sakit; penyakit Kaori kembali mengintip di balik pintu. Penyakit yang sama yang menghalangi Kaori untuk mewujudkan mimpinya.

Setelah keadaan Kaori membaik, Kaori memutuskan untuk date dengan Kosei. Mereka belanja bersama, jalan2 bersama, menyelinap ke dalam sekolah bersama, bersenang-senang bersama. Di akhir date, Kaori mengatakan yang sebenarnya mengenai penyakitnya kepada Kosei.

Bayang2 dan prasangka bahwa Kaori akan menjadi seperti ibunya, mulai menghantui Kosei.

#Langkah Pertama


Tsubaki memutuskan untuk belajar mati-matian. Suatu hal yang tidak pernah dilakukan oleh Tsubaki sebelumnya. Dia memilih sekolah dengan tingkat penerimaan minimal yang tinggi. Sekolah yang dekat dengan sekolah musik Kosei.

Itu semua demi cinta. Bagi Tsubaki cinta adalah menemukan sisi lain dari dirinya sendiri yang selama ini belum dia temukan; dan menghadapinya.

Hal yang serupa juga dihadapi Kosei. Karena cinta, dia kebingungan dan kekuatiran akan apa yang harus dia lakukan menghadapi apa yang ada di depannya. Dan, Kosei, seperti Tsubaki berhasil mengambil langkah pertama.

Setelah mengikuti school music festival, Kosei memutuskan untuk tidak “bunuh diri” demi Kaori. Dia ingin selalu hidup agar Kosei dapat menemani Kaori. Kosei ingin diberi kesempatan untuk sekali lagi, duet dengan Kaori.

Untuk masa depan mereka berdua, Tsubaki berhasil mendapat hasil ujian sesuai yang dia inginkan, sedangkan Kosei mengikuti kompetisi untuk bisa masuk ke sekolah musik.

#Hujan & Lemon


Ketika akan mengunjungi Kaori di rumah sakit, Kosei tiba2 mengajak Tsubaki ke tempat lain. Tetapi karena hujan turun, mereka memutuskan untuk berteduh bersama. Di saat itulah, Tsubaki tersadar, bahwa Kosei-lah satu-satunya laki2 yang menganggap dirinya sebagai perempuan.

Dengan bercakap-cakap, mereka berdua mulai menyadari bahwa, mereka telah mengenal satu sama lain dengan baik. Mengenal dan mengetahui apa yang ada di dalam hati.

Tsubaki mengetahui bahwa Kosei sedang bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Oleh karena itu, Tsubaki berkata kepada Kosei untuk mencintai dirinya. Saat mendengar kata2 Tsubaki, Kosei pun terperanjat dan mulai mengetahui apa yang ada di dalam hati Tsubaki tentang dirinya.

Sekaleng Lemon yang dibayar dengan Sepotong Cinta.

#Tsundere


Keadaan Kaori tidak dapat tertolong lagi. Satu-satunaya jalan adalah dengan operasi. Di sisi lain, walaupun di tengah badai, Kosei memutuskan untuk menghargai kerja keras Kaori dengan tetap fokus pada kompetisi yang dia jalani. Di akhir permainannya Kosei berkata “Selamat Tinggal”

Musim berganti musim, Kosei berjalan sambil mengingat-ingat isi surat terakhir dari Kaori. Surat yang berisi tentang siapa sebenarnya Kaori dan bagaimana kondisi tubuhnya yang semakin memburuk.

Kaori tahu bahwa waktu yang dia miliki tidak banyak, maka Kaori mulai berlari dan berubah. Dia melakukan banyak hal dan membuat satu kebohongan, yaitu bahwa dirinya jatuh cinta kepada Ryuta. Dengan kebohongan itu Kaori merasa bisa dekat dengan Kosei.

Kaori juga meminta kepada Kosei untuk meminta maaf kepada Tsubaki. Karena Kaori dan semua orang tahu bahwa Tsubaki mencintai Kosei. Hanya Tsubaki dan Kosei saja yang belum menyadarinya.

Setelah membaca surat yang berisi kenangan Kaori bersama Kosei, dan diakhiri dengan kata2 I LOVE YOU; tanpa sadar Kosei bertemu dengan Tsubaki. Tsubaki yang juga telah berusaha dan berlari lebih lama dan lebih jauh, menyatakan perasaannya kepada Kosei untuk yang kedua kalinya.

Kosei mendapatkan apa yang Kosei butuhkan DAN Tsubaki mendapatkan apa yang dia cinta dan dia butuhkan. Mereka mendapatkan satu sama lain.

#Ada Apa Dengan Tsubaki??


Jika setelah membaca review ini, kamu ingin membuktikan kebenaran dari review ini, silahkan kamu menonton kembali anime yang sangat menyentuh ini.

Ada baiknya kamu saat menonton kembali anime ini, lihatlah apa yang terjadi dari sudut pandang Tsubaki. Setiap karakter berhak merasakan cinta. Tsubaki yang adalah teman dekat Kosei sejak kecil, juga berhak untuk merasakan bagaimana nikmatnya mencintai dan dicintai seseorang.

Rasakan bagaimana beratnya perjuangan seorang perempuan tomboy dan tsundere untuk menyatakan perasaannya kepada seseorang yang dia suka. Bagaimana dia harus memilih mana yang dia suka dan mana yang dia butuhkan.

Pada akhirnya, Kaori tahu bahwa dirinya dan Kosei saling mencintai. Tetapi Kaori juga tahu bahwa Kosei membutuhkan seseorang yang mengenal Kosei dengan baik.

Kaori ingin dan rindu untuk mengenal Kosei. Tetapi ketika dia melihat Tsubaki, dan menyadari apa yang Tsubaki rasakan kepada Kosei, Kaori tahu bahwa Kosei telah memiliki seseorang yang mecintai dan membutuhkan Kosei. Orang itu adalah Tsubaki.

Semua orang tahu, kecuali Kosei dan Tsubaki.

Jadi, selamat menonton kembali anime yang sangat menyentuh ini. Jika review ini agak berat sebelah, mohon dimaafkan. Karena saya hanya ingin menunjukkan perjuangan dan jatuh bangun yang dialami oleh Tsubaki untuk dapat mempertahankan cinta yang dia miliki kepada Kosei.

Oya, alasan opening kedua dinyanyikan secara single adalah karena sebenarnya lagu ini adalah suara hati Tsubaki yang dinyatakan melalui nyanyian.

Penulis : Kinoshita Hideaki
Read More

August 13, 2016

Apa Cuman Saya Yang Ngerasa Kalau Re:Zero Itu Mirip Sama Steins;Gate?!

Di pertengahan 2016 ini, ada sebuah anime yang bikin fans anime di seluruh dunia kaget dan terkesan.

Judul animenya Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu, atau sinonim pendeknya Rezero.

Rezero bercerita tentang seorang pemuda yang tiba-tiba berada di dunia lain.

Konsepnya mungkin agak mainstream tapi alur ceritanya epic banget, saya pikir Rezero ini  adalah Steins;Gate yang digabung sama Konosuba

Artikel ini saya buat sebelum episode 19 muncul.

Seperti yang kita semua ketahui bahwa anime ini bercerita tentang Natsuki Subaru yang tiba-tiba berada di dunia lain dan singkat cerita terlibat banyak masalah.

Nah ... di anime ini ada satu hal penting yang bikin anime ini jadi epic yaitu kemampuan/kutukan yang ditanamkan pada Subaru.

Kemampuan ini mampu membuat Subaru kembali ke masa lalu di checkpoint tertentu, namun kemampuan ini hanya aktif ketika Subaru mati.

Kemampuan ini mengingatkan saya sama Time Leap nya Steins;Gate.

Awalnya sih cuman iseng ajah tapi setelah dipikir-pikir ternyata banyak sekali kemiripan antara anime Rezero dan Steins;Gate

Dan ini adalah 8 alasan kenapa saya berpikir Rezero itu mirip banget sama Steins;Gate

#1. Time Leap

2 Orang Yang Melakukan Time Leap
Kekuatan Subaru dan alat yang dikembangkan Okabe Rintaro dkk hakekatnya memiliki fungsi yang sama, yaitu mengirimkan pengalaman dan pengetahuan ke masa lalu.

Hanya saja karena Rezero itu fantasy maka kemampuan tersebut didasari oleh sihir sedangkan di Steins;Gate kemampuan itu bisa dilakukan karena Okabe tidak sengaja menciptakan alat yang bisa mengirim pesan ke masa lalu..

Tentu saja kalau cuman bicara tentang time leap ada 2 anime lain yang didalamnya terdapat hal yang sama, yaitu Time Leap di anime Charlotte dan Revival di Boku Dake ga Inai Machi

(ada juga film Hollywood yang judulnya Edge of Tomorrow dan manga All You Need is Kill)

Alasan karakter utama di dua anime ini kembali ke masa lalu juga sama yaitu untuk menolong seseorang.

Seriusan, saya jadi inget sama game-game VN kalau nonton dua anime ini.

Maksud saya anime ini sama ketika kita sedang main VN karena sama-sama harus mencari jalan keluar dari sebuah masalah, mencari pemicu event tertentu, dan melakukan hal yang sama berulang-ulang agar bisa menyelesaikan masalah dan bisa selamat.

Karena itu saya pikir aman kalau saya bilang pondasi cerita dari dua anime ini sama.

Selanjutnya adalah ...

#2. 2 Heroine

Heroine Yang Punya Peranan Sama
Di Steins;Gate 2 Heroine utamanya adalah Shiina Mayuri dan Makise Kurisu sedangkan di Rezero 2 Heroine utamanya adalah Emilia sama Rem.

Kalau kamu jeli mereka berempat memiliki kemiripan.

Kalau kamu perhatikan Makise Kurisu punya peran yang sama seperti Rem sedangkan Mayuri punya peran yang sama seperti Emilia.

Begini ... Rem dan Kurisu selalu mencoba membantu karakter utama dalam keadaan apapun sedangkan Emilia dan Mayuri jadi karakter yang berusaha untuk ditolong karakter utama.

Bukankah ini mirip?

Walaupun sifat mereka berbeda tapi fungsi perannya sama.

Bagi yang tidak setuju coba inget-inget lagi semua hal yang dilakukan Makise Kurisu untuk Okabe Rintaro, walaupun tidak se-ekstrim Rem tapi Kurisu juga berusaha untuk menolong karakter utama.

Selain itu dua karakter ini juga sama-sama suka karakter utama, bedanya kalau Kurisu itu Tsundere sedangkan Rem Deredere.

Disisi lain Emilia dan Mayuri juga punya kemiripan peran, mereka berdua adalah orang yang paling ingin ditolong sama karakter utama.

Walaupun sifat dan setting mereka berdua berbeda, sekali lagi saya bilang mereka punya peran yang sama, peran sebagai karakter yang berusaha untuk di tolong.

Bukankah ini juga mirip?

#3. Tokoh Utama Yang (Awalnya) Tidak Berguna dan Hanya Bisa Mengoceh

Karakter Yang Kadang Terlalu Percaya Diri dan Kadang Tidak Berguna
Okabe Rintaro adalah seseorang yang memberi julukan dirinya sendiri sebagai “Mad Scientist” dia punya kepribadian yang agak konyol dan sangat percaya diri.

Sedangkan Natsuki Subaru adalah seorang yang fleksibel dalam menilai keadaan dan sama seperti Rintaro dia juga sangat percaya diri.

Sekilas dua karakter ini terlihat mirip, tapi di poin ini bukan kemiripan itu yang ingin saya bahas melainkan mereka berdua sama-sama pernah terjebak dalam keadaan “tidak berguna”.

Karena mereka bedua sama-sama memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mereka berdua sering bertingkah dan membuat dirinya seolah-olah bisa melakukan segalanya dan bisa diandalkan.

Tapi hal ini berbanding terbalik saat mereka mengalami masalah yang sebenarnya, berulang kali saat terjadi masalah mereka berdua gagal untuk menyelamatkan orang-orang yang mereka cintai.

Dan ini alasan kenapa saya bilang mereka berdua tidak berguna, mungkin agak kejam sih tapi saya pikir itu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan mereka.

Tentu saja ketidak bergunaan ini menjadi hal positif buat dua anime ini karena membuat karakter utamanya menjadi lebih realistis dan mirip dengan kebanyakan orang di dunia nyata.

Bahkan dua-duanya juga sempat ingin menyerah, tapi tentu saja hal ini hanya untuk sementara.

#4. Depresi Tokoh Utama

Subaru dan Rintaro dua-duanya pernah depresi dan hampir gila dengan alasan yang sama yaitu tidak kuat melihat orang yang mereka ingin lindungi mati berkali-kali.

Namun beruntung karena mereka berdua ditolong oleh perempuan yang menyukai mereka yaitu Kurisu dan Rem.

Titik dimana depesi ini muncul ini juga sama yaitu saat mereka merasa diri mereka tidak berguna (poin 2)

Dan fungsi dari depresi dan kegilaan di dua anime ini juga sama, yaitu sebagai titik balik keadaan dari Subaru dan Rintaro.

Bedanya Depresi Subaru lebih ekstrim daripada Rintaro.

#5. Bencana di Masa Depan

Di Steins;Gate ada 2 bencana besar yang harus dicegah dan diperbaiki oleh Rintaro, sedangkan di Rezero walaupun sudah jelas akan terjadi 2 bencana besar tapi bisa saja jumlah bencananya bertambah.

Saya pikir setting ini juga mirip karena si karakter utama selain berusaha untuk menolong orang-orang yang mereka sayangi juga secara tidak langsung mencegah terjadinya bencana tersebut.

Saya tidak bisa mengungkapkan banyak hal tentang ini karena Rezero sendiri belum tamat dan agak susah untuk prediksi ujungnya.

Tapi yang jelas konsep di bagian ini sama.

#6. Organisasi dan Orang Misterius

Moeka (gadis di kanan gambar) dan Betelegeuse
Mungkin akan memancing perbedaan pendapat tapi ini menurut saya.

Orang misterius di anime Steins;Gate adalah John Titor, orang yang mengaku datang dari masa depan dan orang yang memberitahu Rintaro tentang “Leading Steiner”

Sedangkan di Rezero orang misteriusnya ada beberapa orang, tapi menurut saya yang paling misterius adalah Satella.

Sedangkan untuk Organisasi misterius, dua organisasi ini sama-sama berniat untuk menguasai dunia dan jadi ancaman utama untuk Heroine yang akan diselamatkan (Mayuri sama Emilia)

Perbedannya mungkin hanya tentang kebenaran Satella dan John Titor saja karena kalau kamu sudah nonton Steins;Gate kamu tahu kalau John Titor itu adalah kawan sedangkan Satella adalah penyihir yang paling dibenci.

Tapi sebenarnya ini juga belum jelas apakah Satella itu adalah tokoh antagonis atau bukan, karena bisa saja ada sebuah kejadian tertentu yang memaksa Satella harus berperan sebagai orang jahat.

Btw, karena saya bilang organisai akan tidak lengkap rasanya kalau tidak menyebutkan dua karakter utama yang jadi “wajah” dari organisasi misterius tersebut yaitu Betelgeuse dan Kiryuu Moeka.

Walaupun Moeka sama Betelegeuse memiliki motif, sifat dan kelakuan yang berbeda mereka berdua punya peran yang sama, yaitu sebagai ancaman untuk karakter utama.

#7. Karakter dan Interaksi Yang Menjadi Kunci

Seperti yang saya sebutkan di poin pertama, dua anime ini serasa seperti kita sedang memainkan sebuah VN.

Karakter utama harus berinteraksi dengan karakter tertentu agar bisa mengatasi sebuah masalah.

Contohnya di anime Steins;Gate Rintaro harus berinteraksi dengan si gadis pekerja paruh waktu untuk bisa bertemu dengan John Titor (no spoiler)

Sedangkan di anime Rezero Subaru terkesan harus melakukan sesuatu agar seseorang mau membantunya.

Contohnya seperti Subaru yang harus meyakinkan Rem walaupun dia memiliki “Bau penyihir” tapi dia bukanlah musuh (dan membuatnya jatuh cinta).

#8. Studio Yang Sama

White Fox
Sebenarnya ini adalah hal yang baru saya ketahui tapi ternyata setelah saya cek dua anime ini dibuat oleh studio yang sama, yaitu White Fox.

Ini juga yang membuat anime ini memiliki plot yang “tanpa lubang”, karena setahu saya White Fox itu terkenal karena memiliki kelebihan di “cerita yang rapih”.

Walaupun agak berbeda dua anime ini juga punya kemiripan di bagian art, yah wajar sih karena studionya sama.

#Hal yang saya harapkan dari Rezero

Jika membandingkan dua anime maka tentu akan mengerucut ke sebuah pertanyaan yaitu:

"Mana yang lebih bagus Rezero atau Steins Gate?"

Kalau dibandingkan seperti ini sebenarnya saya ga bisa jawab karena dua-duanya sama-sama epic dan sangat menarik.

Tapi menurut saya pribadi Rezero memiliki kemungkinan untuk melakukan pelebaran cerita yang lebih luas.

Masih banyak hal yang bisa di eksploitasi dari setting, karakter dan semua dialog dari Rezero.

Maksud saya, walaupun sudah satu season anime ini masih belum mengungkapkan siapa itu Satella, alasan Subaru dipanggil (dikirim) ke dunia lain, perjanjian dengan Naga, hubungan Puck dan Emilia, hubungan Emilia dan Satella, Hubungan Puck dan Satella, asal mula Majuu dan hal lainnya.

Jadi saya sangat berharap pada anime Rezero yang belum selesai ini.

#Kesimpulan

Mungkin tidak akan ada banyak orang yang setuju sama saya, karena walaupun dengan 8 alasan diatas jika dipikir secara sederhana anime Rezero itu engga terlalu mirip sama Steins;Gate.

Tapi saya berani bilang kalau pondasi dari anime Rezero ini sama dengan pondasi dari anime Steins;Gate, dan itu dasar saya kenapa berani bilang kalau Rezero itu mirip Steins;Gate.

Kalau menurut kamu bagaimana? Apakah setelah dilpikir-pikir anime Rezero itu memang mirip Steins;Gate? Atau ada poin kemiripan lain yang saya lupakan? Atau ada kesalahan di artikel ini?

Semuanya bisa kamu ungkapkan di form komentar ^_^ btw, jangan lupa untuk share artikel ini, biar semua orang tahu tentang persamaan dua anime ini ...
Read More

August 6, 2016

Shirobako, Anime Tentang Pembuatan Anime Ini Ratingnya 8,50 di Myanimelist!

Pada saat menonton sebuah anime, pernahkah terlintas di benak kamu bagaimana caranya sekelompok orang bisa membuat sebuah anime?

Atau ketika kamu melihat opening dan ending sebuah anime kemudian melihat sederet nama di situ, pernahkah terlintas dipikiran kamu mengapa untuk anime yang hanya 23 menit memiliki begitu banyak staff yang terlibat?

Nah, jika kamu memiliki pertanyaan yang sama dan ingin lebih tahu lagi mengenai anime, saya sarankan kamu untuk menonton Shirobako.

Shirobako adalah sebuah anime series yang dibuat oleh P.A.Works yang mulai tayang pada tahun 2014, sekarang anime ini juga telah diadaptasi menjadi manga dan novel.

Director dari Project Shirobako ini adalah Mizushima Tsutomu, orang yang sama yang telah membuat anime-anime seru lainnya seperti xxxHOLIC, Blood-C, Girls Und Panzer, dll.

#Shirobako, David di Tengah Tengah Para Goliath


Pernahkah kamu mendengar sebuah cerita yang berjudul David dan Goliath? Jika belum saya akan ceritakan sedikit garis besarnya.

Kisah ini adalah kisah tentang seorang pria yang bertarung melawan seorang prajurit yang tubuhnya besar, kuat dan sering disebut sebagai Raksasa.

Pria ini menjadi seorang legenda karena berhasil mengalahkan Raksasa yang mustahil bisa dikalahkan seorang manusia biasa (sumber ; wikipedia; Goliath).

Dan itulah gambaran Shirobako saat anime ini tayang, Shirobako bagaikan David ditengah anime-anime lain yang serasa seperti Goliath.

Tayang bersamaan dengan anime-anime seperti Yowamushi Pedal, World Trigger, Tsukimonogatari, TERRA FORMARS dan Shigatsu wa kimi no uso.

Dengan judul yang agak asing, anime ini mungkin luput dari perhatian kamu. Saat itu saya baru mulai menonton anime ini di bulan oktober 2014, bersamaan dengan anime fall 2014 yang lain.

Saat saya melihat tulisan Shirobako di web anichart, hati saya sepertinya sudah punya firasat bahwa anime ini akan bagus dan menjadi salah satu anime favoirt saya.

Setelah saya lihat, memang anime ini sangat bagus. Bisa dibilang tema yang diangkat oleh anime ini sangat unik dan menantang.

Unik, karena anime ini mengangkat tema tentang anime itu sendiri. Sebuah tema yang sudah menjadi budaya dan gaya hidup para pembuat anime.

Menantang, karena dengan membuat anime ini secara tidak langsung para pembuat anime akan mereview dan meneliti cara kerja mereka sendiri, bukan tidak mungkin mereka akan menemukan hal-hal menarik yang selama ini mereka lewatkan begitu saja.

Seorang pengamat anime yang sudah berpengalaman, Rose memberi rating A untuk konsep dan perkembangan karakter yang ada di dalam anime ini.

Bahkan, Shirobako juga memenangkan beberapa penghargaan seperti Animation Kobe Television Award di tahun 2015 dan Animation of the Year di Tokyo Anime Awards tahun 2016.

Kesan saya setelah meilhat episode 1 dari Shirobako adalah :

“kok bisa yah  mereka membuat anime dengan tema yang sangat bagus dan menantang seperti ini, maksud saya bayangkan ... anime tentang pembuatan anime?”

Sebuah tema yang jarang sekali, dan kerennya Shirobako berhasil mengangkat tema ini dengan hasil yang memuaskan.

Dengan “hanya” 24 episode, Shirobako tidak hanya memberi pengetahuan singkat tentang pembuatan anime tetapi juga bisa menggambarkan perubahan karakter yang terjadi dengan sangat detail dan mendalam.

Lalu apa sih yang menjadi daya tarik dari anime ini?? Untuk bisa mengetahui daya tarik anime ini, ada baiknya kamu membaca ulasan ini!.

#Tak Kenal Maka Tak Sayang


Anime ini dibuka dengan kegiatan pembuatan anime di sebuah klub dari sebuah sekolah. Klub tersebut berniat membuat anime untuk ditayangkan di festival sekolah.

Klub yang beranggotakan Aoi, Ema, Shizuka, Misa dan Midori tersebut terlihat sangat antusias dengan kegiatan mereka.

Saya yang pada waktu itu belum mengetahui anime apa Shirobako itu, mulai tertarik dengan prologue anime ini.

Singkat cerita mereka sukses dengan pembuatan anime untuk festival sekolah dan cerita berlanjut ke dua setengah tahun kemudian, di mana 4 dari 5 heroine anime ini telah bekerja.

Aoi menjadi production assistant, Ema menjadi key animator, Shizuka menjadi seiyuu, dan Misa menjadi 3D computer graphics operator.

Saat itu mereka sudah tinggal selangkah lagi untuk membuat anime impian mereka menjadi kenyataan.

#Tetapi apakah akan semudah itu??


Nah di anime yang tayang selama 2 season ini, akan dijelaskan dengan gamblang dan terang terangan mengenai bagaimana sih cara membuat anime?

Prosedur apa saja sih yang harus dilakukan untuk membuat anime?? Kapan sih anime mulai digambar oleh animator sebelum ditayangkan di televisi??

Bagi saya anime ini sangat informatif.

Dari anime ini saya banyak belajar mengenai industri anime yang ada di jepang, tentang persaingan antar studio anime, dan tentang kehidupan para staff yang berkecimpung di industri ini.

Setelah menonton anime ini, saya jadi terdorong untuk lebih menghargai anime dan saya jadi lebih suka lagi dengan anime.

#2 Arc Utama


Anime ini dibagi menjadi 2 arc, yaitu  Exodus! Arc, dan The Third Aerial Girls Squad Arc. Masing-masing arc memiliki masalah dan tantangan tersendiri.

Di Exodus! Arc, heroine utama, Aoi, masih menjadi production assistant, sedangkan di  The Third Aerial Girls Squad Arc Aoi dipromosikan menjadi production manager.

Dengan adanya promosi ini tentunya menjadi sebuah pengakuan atas hasil kerja kerasnya di Exodus! Arc, tetapi di sisi lain, hal ini berarti kerja dan tanggung jawab yang berlipat ganda untuk Aoi yang masih baru di dunia anime.

Dengan menempatkan Aoi, yang memiliki pengetahuan yang sangat minim tentang seluk beluk industri anime, para penonton Shirobako dari episode 1 sudah mulai diajak untuk lebih mengenal anime.

Di anime ini dijelaskan secara detail 6 bagian utama dari industri anime, yaitu bagian animator, bagian 3D graphics, bagian recording, bagian rapat staff, bagian in between, dan bagian scriptwriter.

Tahukah kamu? Karena saking menariknya anime ini sudah 2 kali saya rewatch Shirobako.

#Animator Key


Kerja keras dan tantangan dalam membuat dan menyelesaikan gambar-gambar yang dibebankan kepada para animator digambarkan dengan jelas di bagian ini.

Bagian dimana Ema dkk harus melewati beberapa tantangan seperti me-redo dari awal sebuah anime dari episode 1, atau bagaimana Ema yang karena bingung dan gugup hampir saja gagal menyelesaikan menggambar gerakan kucing.

Akhirnya, karena telah berhasil melewati beberapa tantangan yang sulit, Ema bisa dengan sukses melewati beberapa tantangan berikutnya, termasuk tantangan tentang bagaimana masa depannya nanti.

#2D &3D


Karena menonton anime Shirobako inilah, saya mulai paham perbedaan antara 3D graphics dan anime hasil karya animator. Di anime ini juga sempat dimunculkan perselisihan antara kedua jenis penggambaran anime ini.

Keunggulan dan kelemahan di antara kedua jenis ini juga dijabarkan dengan sangat bagus dan memuaskan. Pendek kata, 3D graphics dan anime hasil karya animator merupakan 2 hal yang sangat penting di dalam sebuah anime.

Keduanya saling melengkapi.

#Recording


Shizuka yang bermimpi menjadi seorang seiyuu juga menunjukkan bahwa langkah awal untuk dapat mencapai mimpinya bukanlah semudah membalikkan telapak tangan.

Banyak menunggu, banyak kecewa, banyak berusaha, lebih banyak lagi untuk percaya diri; inilah yang dialami Shizuka untuk bisa mencapai mimpinya.

Shizuka juga sempat mencicipi studio rekaman untuk sound effect. Bagaimana bisa membentuk suara langkah kaki perempuan dengan karakter tertentu, bagaimana membentuk suara sepatu yang berlari di tengah hujan.

Di anime ini juga digambarkan bagaimana sulitnya memilih seiyuu yang cocok dan sesuai dengan anime yang sedang dikerjakan.

#Rapat, Rapat dan Rapat


Ternyata tidak hanya untuk pekerjaan kantor saja yang membutuhkan banyak rapat dan perencanaan, dalam pembuatan anime juga demikian.

Aoi yang baru dipromosikan menjadi  production manager menggambarkan dengan agak bingung bagaimana dan ada berapa banyak rapat yang harus dilakukan untuk dapat membuat satu episode anime yang berdurasi 23 menit.

Rapat yang jika salah satu tidak dilakukan dapat mengakibatkan delay dalam penayangan anime yang berujung pada menurunnya rating anime tersebut.

Setelah melihat Shirobako saya hanya bisa salut atas kerja keras studio studio anime di jepang sana. Benar-benar sebuah perjuangan untuk bisa menghasilkan anime 1 cour.

#In-Between Check


Selain rapat, hal yang sangat krusial adalah pengecekan; pengecekan gambar, pengecekan 3D, pengecekan suara, pengecekan alur cerita.

Walaupun sudah melewati pengecekan yang cukup rumit, anime Exodus yang dibuat oleh Aoi dkk, pernah harus di-redo total di 5 menit terakhir dari anime tersebut, hanya karena director Kinoshita merasa aneh dengan wajah sang heroine di anime tersebut.

Dengan waktu yang mepet, 5 menit tersebut bisa di-redo dari awal, melewati pengecekan yang panjang, dengan hasil yang sangat memuaskan.

Bahkan saat Aoi menjadi production manager ada 2 redo besar besaran yang harus team Aoi “makan mentah-mentah” hanya karena perbedaan pendapat antara director Kinoshita dan pengarang manga The Third Aerial Girls Squad.

#Obrolan Ringan


Kamu pernah memperhatikan obrolan-obrolan ringan yang kadang diutarakan oleh karakter di dalam sebuah anime?

Dari Shirobako, saya baru tahu bahwa hal seperti ini pun ada bagian yang mengurus.

Nah hal inilah yang dilakukan oleh heroine kelima dari Shirobako, yaitu Midori.

Midori pada awalnya bertugas mencari informasi, lalu dia mulai mencoba untuk menjadi seorang scriptwriter.

Karena hasil kerja keras Midori dan scriptwriter yang lain, maka anime yang kita nikmati selama ini bisa terlihat lebih manusiawi dan lebih hidup.

#Animator Juga Manusia


Selain menggambarkan dari segi teknik, anime Shirobako juga menggambarkan dari sisi emosional dan sisi kehidupan para karakter “di luar jam kerja” mereka.

Rasa marah, frustasi, sedih, kecewa, malu, bingung, putus asa, senang, bahagia, optimis, semangat, rasa kebersamaan sangat terlihat dengan jelas di anime ini.

Didukung dengan 2 opening dan 2 ending yang sangat bagus, anime Shirobako benar-benar menjadi paket hiburan dan paket pengetahuan tentang anime yang lengkap.

Bagaimana? kamu Mulai tertarik untuk melihat Shirobako??

Saya harap begitu, karena ada banyak hal yang kamu bisa dapatkan melalui anime ini. Banyak fakta-fakta menarik dan berguna yang bisa kamu  dapatkan anime ini.

Banyak pelajaran yang bisa didapatkan di sini.

#Pelajaran dari Pahlawan Animasi


Terus berusaha menjalankan apa yang ada di depan mata, dan jangan terlalu kuatir dengan masa depan, karena pada saatnya masa depan akan terbuka di depan kita.

Pegang dan pertahankan persahabatan, seperti yang dilakukan oleh Aoi dkk, karena persahabatanlah maka mereka bisa mencapai impian dan melewati tantangan yang menghalangi mereka dari mimpi mereka.

Yang terakhir kasihilah diri sendiri, jangan terlalu merendahkan diri, jangan terlalu keras terhadap diri sendiri karena hal-hal baik yang telah kita kerjakan selama ini, membuktikan bahwa kita bisa berbuat sesuatu yang baik.

#Angel Exercise Ala Ema


Oya, jangan lupa untuk menunggu sesi senam bersama. Tidak percaya?? Coba tonton anime Shirobako dan kamu nanti akan diajak untuk senam bersama dengan Ema.

He he he.

Senam Ema sangat lucu dan energik. Ema menyebutnya Angel Exercise. Benar benar sangat menghibur. Salah satu bagian dari Shirobako yang paling berkesan.

#Siapkan Diri dan Mulai Menonton


Saya harap kamu bisa menikmati Shirobako, dan bisa merasakan kegembiraan dan antusias yang saya rasakan waktu menonton anime ini.

Anime ini sesuatu banget. Sangat sayang untuk dilewatkan. Karena dengan anime ini, kita semua bisa memiliki hati yang lebih menghargai kepada anime yang kita tonton.

Setiap anime yang kita tonton adalah hasil kerja keras dari orang-orang yang mencintai anime dan orang-orang yang percaya bahwa anime dapat memberikan perubahan yang baik kepada para penontonnya.

Terus terang setelah menulis review ini, saya jadi ingin menonton lagi Shirobako.

Saya harap Shirobako bisa segera tayang di televisi indonesia, karena menurut saya anime ini sangat bersih dan sangat mendidik.

Sekali lagi, bagi kamu yang belum menonton dan ingin mencoba menonton, tontonlah anime ini dengan santai, ikuti alur ceritanya, rasakan petualang dan kejutan yang ada di dalamnya.

Jangan lupa senamnya. He he he. Sangat bagus untuk mengusir stress dan kepenatan. Terima kasih.

Penulis : Kinoshita Hideaki
Read More

July 2, 2016

Buat Kamu Yang Belum Nonton dan Masukan Kiznaiver Kedalam Daftar Favorit Kamu, Ini Ulasannya!

Mari kita mulai dengan sebuah pertanyaan biasa ^_^

Pernahkah kamu terluka?

Hmmpt, maaf bertanya hal konyol seperti itu, sebenarnya saya juga tahu kalau semua orang pasti pernah mengalami hal yang namanya terluka (baik fisik maupun mental)

Tapi kalau pertanyaannya saya ganti jadi … Pernahkah kamu “membagi luka”?

Apakah masih terdengar konyol?

Maksud saya …

Jika kamu memikirkan luka yang bersifat fisik, walaupun ilmu kedokteran sekarang sudah berkembang, “membagi luka” masih mustahil dilakukan kan?.

Dan bagi kamu yang memikirkan luka yang bersifat mental (psikis/hati) maka pasti akan ragu-ragu, karena walaupun pernah “menceritakan luka” kepada seseorang bukan berarti orang yang diceritakan tersebut akan mengalami luka tersebut.

Sebenarnya jika saya jelaskan lebih lanjut tentang hal ini maka tidak akan ada habisnya karena yang bisa saya lakukan hanya membuat teori.

Tapi sangat penting bagi saya untuk menekankan kata ”membagi luka” di artikel ini karena sangat erat hubungannya dengan anime yang akan saya bahas.

Sebelum mulai, saya ingin kamu bayangkan sesuatu.

Misalnya … misalnya semua orang di dunia ini saling terhubung dan saling berbagi rasa sakit baik fisik maupun mental, kira-kira apa yang akan terjadi pada dunia ini?

Contoh sederhananya, ketika ada seorang yang memukul kamu, tidak hanya kamu yang merasakan sakitnya, melainkan temanmu, keluargamu, kekasihmu bahkan orang yang memukul kamu juga merasakan luka yang kamu rasakan.

Kira-kira akan bagaimana dunia ini?

Contoh lainnya, ketika kamu dihina dan dipermalukan habis-habisan oleh seseorang, maka yang akan merasakan sakit karena dipermalukan itu bukan hanya kamu saja melainkan juga orang yang menghina kamu, kelaurgamu dan seluruh manusia yang ada di muka bumi.

Jika hal ini benar-benar terjadi, apa kira-kira yang akan tejadi pada dunia?

Untuk jangka pendek mungkin akan terjadi kekacauan, tapi dalam jangka waktu panjang akan tercipta yang namanya Utopia.

Tapi kita tidak akan sampai ke pembahasan Utopia, karena ini hanya contoh saja ^_^

… contoh penting yang harus saya berikan.

Saya menceritakan hal itu karena Utopia tersebut adalah tujuan dari anime ini, anime yang berisi tentang hubungan manusia melalui luka.

Anime yang berjudul Kiznaiver.

#Prolog

Anime ini berlatar di sebuah kota misterius yang kabarnya adalah kota yang dibangun demi sebuah percobaan tertentu.

Awalnya kota ini adalah tempat tinggal para ilmuan dan orang yang berhubungan dengan penelitian, tapi sepertinya sekarang juga ditempati oleh warga sipil.

Termasuk seseorang yang bernama Katsuhira.

Katsuhira adalah karakter utama dari anime Kiznaiver ini, dan ciri yang paling mencolok dari Katsuhira adalah dia tidak bisa merasakan sakit dan selalu memiliki ekspresi biasa saja walaupun dihajar habis-habisan.

Katsuhira
Sebenarnya daripada disebut kalem, lebih tepat kalau dibilang dia TIDAK BISA peduli dengan hal yang ada disekitarnya.

Selain Katsuhira, ada juga 6 orang lainnya yang memiliki kepribadian yang “unik” yang nantinya jadi fokus utama cerita di anime ini.

Pada suatu hari 6 orang ini + Katsuhira tiba-tiba diculik oleh sekelompok orang yang memakai kostum aneh.

Pas diculik
7 orang ini tidak tahu akan dibawa kemana mereka. Namun saat bangun mereka tiba di sebuah tempat yang tidak diketahui.

7 orang ini untuk pertama kalinya dalam seumur hidup bertemu dan menemukan bahwa mereka telah menjadi bahan percobaan dari penelitian yang disebut Kiznaiver.

Sebuah sistem yang memungkinkan 7 orang ini berbagi rasa sakit satu sama lain.

Pertemuan Pertama (hanya 6 orang, karena orang nomor 7 agak berbeda)
Sebagai contoh, ketika Katsuhira dipukuli oleh seseorang maka yang merasakan sakitnya bukan cuman dia saja, melainkan 6 orang lainnya, begitu pula sebaliknya.

Bisa dibilang, ini adalah percobaan untuk menciptakan dunia yang saya sebutkan di pengantar di atas ^_^ (walaupun untuk sekarang hanya bisa membagi luka dari fisik saja)

Dari sini, mereka bertujuh harus menjalani musim panas bersama-sama yang nantinya akan membuat hidup mereka pernuh dengan warna, roman dan drama.

Mungkin kedengarannya anime ini serius, tapi tenang aja, ini bukan anime serius seperti yang khayalan liar kamu bayangkan.

Karena walaupun saya bicara kesana-kesini, intinya anime ini cuman bercerita tentang 7 anak SMA yang mengisi waktunya dengan kisah pertemanan, roman dan kesedihan.

Singkatnya, tidak jauh berbeda anime school yang sudah banyak sekali kamu tonton ^_^

Jadi apa yang menarik dari anime ini? Sebelum saya mulai ada baiknya saya bilang kalau unsur Sci-fi di anime ini hanya sedikit dan yang membuat saya suka anime ini adalah …

#1. Tidak Ada Karakter Yang Membosankan

Ciri khas yang paling mencolok dari anime ini adalah karakternya … karena memang setting cerita anime ini adalah tentang pertemuan 7 orang remaja yang memiliki kepribadian dan sifat yang unik.

Dengan sifat mereka … normlanya 7 orang ini tidak akan pernah menjadi teman … dan karena HARUSNYA tidak pernah bertemu, menurut kamu apa yang terjadi ketika mereka bertemu?

Yang terjadi di anime ini sih … adalah terciptanya sebuah kelompok unik yang terhubung dengan ikatan yang sangat kuat (setidaknya ujungnya).

di awal-awal anime ini tayang, disebutkan juga bahwa mereka mewakili tujuh dosa mematikan versi modern. (walaupun engga terlalu di tekankan)

Karakter favorit saya di anime ini adalah Nico, dia enerjik, sedikit bodoh, paling lugu dan kekanakan, namun senyumannya manis ^_^

Nico
Intinya selain plot ceritanya, anime ini sangat menekankan pada karakternya sehingga saat menonton kamu tidak akan merasa bosan sedikitpun dengan obrolan dan apa yang mereka lakukan.

#2. Plot Cerita Tentang Persahabatan

Seperti yang saya bilang, walaupun di prolog saya bilang anime ini kedengeran seperti sci-fi serius, tapi sebenarnya tidak seperti itu.

Walaupun memang “main problem” di anime ini adalah sistem Kizna, tapi sistem itu juga yang memicu persahabatan di anime ini.

Sebenarnya untuk plot ceritanya tidak terlalu rumit, hanya tentang remaja yang harus menghabiskan musim panasnya bersama-sama kemudian saling mengenal lebih dalam (lewat trauma, kesedihan, dan waktu yang menyenangkan).

Tapi walaupun begitu, entah kenapa walaupun sederhana anime ini tetap menarik, dan saat saya mencari tahu alasannya ternyata memang di unsur itu.

Unsur persahabatan (dan romance ‘nya)

Intinya sih, walaupun alur ceritanya tidak terlalu rumit ada beberapa bagian yang agak mengejutkan dan agak susah di tebak.

Dan alasan kenapa susah di tebak adalah karena anime ini mengutamakan unsur persahabatan (dan sedikit romance)

#3. Soundtrack Yang Menambah Feel

Hal lain yang mencolok dari anime ini adalah backgorund music ‘nya.

Saat susana menjadi penuh kebahagian background music dari anime ini menambah feel ‘nya, dan saat suasana menjadi agak “drama” tiba-tiba background music ‘nya berubah jadi penuh tekanan.

Background music ‘nya menyatu dengan sangat baik, sehingga kadang kita ga bakalan sadar kalau dalam sebuah adegan ternyata juga diiringi oleh background music.

Yah … saya sih engga terlalu mengerti tentang background music ini, tapi yang jelas unsur ini menyatu dengan baik, dan menghasilkan feel yang lumayan.

Btw, lagu opening dan ending dari anime ini juga lumayan enak didenger loh…

#4. Ada Sedikit Cinta-Cintaan

Oiah, saya belum bilang yah, kalau 7 orang karakter ini teridiri dari 3 orang perempuan dan 4 orang laki-laki + 1 lagi perempuan (sebenernya 8 orang sih)

Dan karena mereka menghabiskan banyak waktu bersama-sama, jadi wajar saja kalau ada diantara mereka yang saling suka.

Gimana menurut  kamu?
Tapi situasinya jadi rumit karena timbul yang namanya lingkaran cinta. (pengen bilang segitiga sih, tapi ini lebih dari 3 orang)

Mungkin kamu-kamu yang nonton anime buat cari baper cocok nonton anime ini ^_^

Oiah, tentang unsur romance di anime ini … sebenarnya ga ada adegan “lovey dovey”, cuman dari tengah ke ujung unsur romance ‘nya agak mendominasi itupun berhubungan dengan kebenaran dari penelitian sistem Kizna.

Kalau kamu aktif di Facebook mungkin pernah denger rumor tentang anime ini yang masuk kategori NTR (NTR versi Indonesia) dan mungkin saja hal itu benar loh ^_^

Saya sih awalnya tidak berpikir anime ini akan masuk ke alur tersebut, tapi romance dari anime ini jadi bumbu keren yang bikin persahabatan di anime ini jadi lebih asyik.

#Epilog

Entah kamu baca artikel berantakan diatas atau tidak, yang jelas menurut saya anime ini lumayan seru, plot ceritanya asyik, persahabatannya dapet, dan romancenya lumayan.

Sebenarnya, saya engga terlalu berharap dengan anime ini, tapi menurut saya anime ini cocok untuk kamu yang suka dengan anime-anime yang berbau romance school.

Saya sendiri tidak memasukan anime Kiznaiver ini kedalam daftar anime terbaik (yang khusus saya bikin sendiri di excel komputer saya) tapi setidaknya anime ini masuk ke daftar saya tentang anime yang lumayan menyenangkan.

Buat kamu yang penasaran dengan anime ini, saran saya tonon 7 episode pertama sekaligus yah, karena dari episode itu kamu mulai mengerti dengan karakter dan kondisi di anime ini.

Saya minta maaf karena artikelnya agak berantakan, tapi saya harap artikel ini bikin kamu penasaran sama anime Kiznaiver…

Btw, tentang art dan grafis, saya pribadi menganggap grafisnya bagus dan artnya enak di pandang, tapi kata beberapa orang terlalu banyak warna.

Jadi saya ga masukin di point di atas (lagian saya bingung juga kalau ngobrolin tentang grafis)

Buat kamu yang belum nonton saya sarankan kamu untuk segera menontonnya ^_^

#Bonus







Tambahan .... cek artikel  saya yang lain di daftar isi, dan  cek daftar anime romance terbaik yang sudah saya susun jadi 49 judul ^_^
Read More